BELAWAN /XNEWS24.ID. PT Pelindo Terminal Petikemas terus memperkuat kapasitas layanan di PMT Terminal Belawan dengan menghadirkan dua unit Quay Container Crane (QCC) dan empat unit Rubber Tyred Gantry (RTG) sebagai bagian dari strategi peningkatan produktivitas dan pelayanan petikemas di kawasan Sumatera Bagian Utara.
Kedatangan enam unit alat bongkar muat modern tersebut menjadi tonggak penting dalam pengembangan infrastruktur terminal di Pelabuhan Belawan yang selama ini menjadi salah satu gerbang utama distribusi logistik nasional.
Peralatan tersebut diangkut menggunakan kapal Hai Teng 007 dan tiba di Terminal Belawan. Setibanya di lokasi, tim teknis langsung melakukan proses rolling-off atau penurunan peralatan ke area dermaga sebagai tahap awal sebelum memasuki proses pemasangan dan pengoperasian.
Penambahan dua unit QCC dan empat unit RTG ini diharapkan mampu meningkatkan kecepatan pelayanan kapal, mempercepat proses bongkar muat petikemas, mengurangi waktu tunggu kapal (port stay), serta meningkatkan efisiensi operasional terminal secara menyeluruh.
Dengan tambahan armada tersebut, PMT Terminal Belawan kini memiliki total 8 unit Quay Container Crane (QCC) dan 16 unit Rubber Tyred Gantry (RTG) yang siap menopang peningkatan arus petikemas di Pelabuhan Belawan.
Sebelum dioperasikan secara penuh, seluruh peralatan akan menjalani tahapan instalasi, pengujian sistem, commissioning test (uji beban), serta integrasi dengan Terminal Operating System (TOS) guna memastikan seluruh alat bekerja sesuai standar keselamatan, keandalan, dan produktivitas operasional.
Investasi peralatan modern ini merupakan bagian dari komitmen PT Pelindo Terminal Petikemas dalam memperkuat infrastruktur logistik nasional sekaligus meningkatkan daya saing pelabuhan Indonesia di tingkat regional maupun internasional.
Peningkatan kapasitas tersebut sejalan dengan tren pertumbuhan arus petikemas di PMT Terminal Belawan. Sepanjang tahun 2025, terminal ini berhasil mencatat arus petikemas sebesar 634.858 TEUs, meningkat sekitar 9 persen dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 581.399 TEUs.
Pertumbuhan positif tersebut menunjukkan meningkatnya aktivitas perdagangan dan distribusi barang melalui Pelabuhan Belawan sehingga membutuhkan dukungan peralatan bongkar muat yang lebih modern, cepat, dan berkapasitas tinggi.
Melalui penambahan fasilitas operasional ini, PT Pelindo Terminal Petikemas optimistis mampu memberikan pelayanan yang semakin andal, mempercepat arus logistik nasional, meningkatkan kepuasan pengguna jasa, serta memperkuat posisi Terminal Belawan sebagai salah satu pelabuhan petikemas strategis di Indonesia bagian barat.
Langkah modernisasi peralatan ini juga menjadi bukti nyata komitmen perusahaan dalam mendukung transformasi sektor kepelabuhanan nasional melalui peningkatan produktivitas, efisiensi operasional, serta pelayanan berstandar internasional demi mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas logistik Indonesia.(***)
Redaksi



