Belawan /XNEWS24.ID. PT Prima Multi Terminal (PMT) kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui penyelenggaraan Ngobras (Ngobrol Bareng Safety) & Safety Induction Bahaya Titik Buta (Blind Spot) di Terminal Belawan. Program ini menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan sekaligus menekan risiko kecelakaan kerja di kawasan operasional pelabuhan yang memiliki tingkat aktivitas tinggi.
Kegiatan yang dimulai pada 30 Juli 2026 tersebut dilaksanakan dalam empat sesi dan diikuti sekitar 360 peserta, terdiri dari operator alat berat, pengemudi kendaraan operasional, tenaga bongkar muat, serta pekerja lapangan yang setiap hari beraktivitas di lingkungan Terminal Belawan.
Melalui program edukasi ini, para peserta mendapatkan pemahaman komprehensif mengenai bahaya blind spot atau titik buta pada kendaraan dan alat berat, termasuk teknik mitigasi risiko, prosedur keselamatan, hingga langkah pencegahan kecelakaan yang wajib diterapkan selama menjalankan aktivitas operasional.
Dalam dunia kepelabuhanan, blind spot merupakan salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan kerja. Area yang tidak dapat terlihat secara langsung oleh operator alat berat maupun pengemudi kendaraan berpotensi menimbulkan insiden serius apabila pekerja berada pada posisi tersebut tanpa koordinasi dan komunikasi yang baik.
Manager Pengelolaan Operasi Terminal 1 PT Prima Multi Terminal, Harlem Susanto Purba, menegaskan bahwa pemahaman mengenai bahaya blind spot harus dimiliki seluruh insan pelabuhan tanpa terkecuali.
"Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan kesadaran seluruh operator dan pekerja pelabuhan mengenai pentingnya memahami area blind spot. Keselamatan kerja merupakan tanggung jawab bersama, sehingga setiap individu harus memahami risiko yang ada dan menerapkan prosedur keselamatan secara disiplin dalam setiap aktivitas operasional," ujar Harlem.
Harlem menjelaskan, edukasi keselamatan yang dilakukan secara berkesinambungan merupakan investasi perusahaan dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berdaya saing tinggi. Menurutnya, keberhasilan operasional pelabuhan tidak hanya diukur dari produktivitas bongkar muat, tetapi juga dari kemampuan perusahaan menjaga keselamatan seluruh pekerja.
"Kesadaran terhadap keselamatan harus menjadi budaya dalam setiap aktivitas kerja. Dengan memahami potensi risiko dan mematuhi prosedur yang berlaku, kita dapat mencegah terjadinya kecelakaan kerja dan menjaga operasional pelabuhan tetap berjalan dengan aman," katanya.
Komitmen tersebut dibuktikan melalui pencapaian Zero Accident yang hingga kini masih berhasil dipertahankan PT Prima Multi Terminal di Terminal Belawan. Capaian ini menjadi indikator keberhasilan implementasi budaya K3 yang konsisten melalui pelatihan rutin, pengawasan operasional, peningkatan kompetensi pekerja, serta kepatuhan terhadap standar keselamatan kerja.
Selain menjadi sarana edukasi, kegiatan Ngobras & Safety Induction juga menjadi forum komunikasi antara manajemen dan pekerja untuk saling berbagi pengalaman, mengevaluasi potensi bahaya di lapangan, serta memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan kerja yang semakin aman.
Sebagai salah satu operator terminal peti kemas yang berperan penting dalam mendukung kelancaran arus logistik nasional, PT Prima Multi Terminal terus berupaya meningkatkan standar keselamatan operasional melalui berbagai inovasi dan program pembinaan berkelanjutan. Langkah ini sejalan dengan transformasi sektor kepelabuhanan nasional yang mengedepankan aspek keselamatan, efisiensi, dan pelayanan prima demi mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.(***)
Redaksi,



