• Jelajahi

    Copyright © XNEWS 24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    LOGO

    Ads

    Hari Ketiga Pencarian, Tiga Nelayan Puger Masih Hilang: Perahu Pantes Dihantam Ombak hingga Terbalik di Pantai Paseban

    X News 24
    Jumat, 21 Agustus 2026, Agustus 21, 2026 WIB Last Updated 2026-08-21T15:21:18Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    JEMBER/ XNEWS24.ID.  Operasi pencarian tiga nelayan asal Kecamatan Puger yang hilang akibat kecelakaan laut di perairan Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, terus dilakukan. Memasuki hari ketiga pencarian, Jumat (21/8/2026), tim SAR gabungan kembali menyisir perairan dan sepanjang garis pantai di tengah kondisi gelombang laut yang dilaporkan mencapai sekitar empat meter.


    Tragedi laut ini berawal ketika perahu jenis jaringan bernama Pantes berangkat dari Pelabuhan Perikanan Puger pada Selasa (18/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Perahu tersebut membawa lima orang nelayan dan berlayar menuju perairan Meleman untuk mencari ikan.


    Namun, perjalanan pulang berubah menjadi musibah.


    Sekitar pukul 02.00 WIB, perahu Pantes menepi di sekitar perairan Paseban setelah para awak melihat cahaya yang diduga berasal dari perahu nelayan lain. Dalam situasi tersebut, gelombang besar tiba-tiba menghantam sisi kanan perahu.


    Benturan keras membuat lambung perahu mengalami kebocoran. Air dengan cepat masuk ke dalam perahu hingga akhirnya perahu kehilangan keseimbangan dan terbalik di tengah laut.


    Dari lima nelayan yang berada di atas perahu, Sahwiyanto (46), warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara nakhoda perahu, Samino (65), berhasil selamat dari kecelakaan tersebut.


    Hingga Jumat sore, tiga nelayan lainnya masih belum ditemukan. Ketiganya yakni Mujai (58), Moh. Sholihin (34), dan Samsul (45), warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger.


    SAR Gabungan Dibagi Dua Tim, Laut dan Pantai Disisir


    Komandan Pos TNI AL Puger, Letda Laut (P) Eko Priyo Pambudi, S.H., mengatakan operasi pencarian dilakukan secara terpadu dengan melibatkan sejumlah unsur SAR, aparat, relawan hingga masyarakat.


    Untuk memaksimalkan pencarian, tim dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU).

    “Tim SAR gabungan melaksanakan pencarian dengan membagi personel menjadi dua SRU. SRU pertama melakukan pencarian secara visual di permukaan laut menggunakan rubber boat Basarnas, sedangkan SRU kedua melakukan penyisiran sepanjang Pantai Paseban kurang lebih tiga kilometer,” ujar Eko.


    Penyisiran dilakukan dengan harapan menemukan tanda-tanda keberadaan ketiga korban, baik di perairan maupun di sepanjang garis pantai yang berpotensi menjadi lokasi korban terbawa arus dan gelombang.


    Tim SAR terus bergerak sejak pagi dengan memperhatikan perubahan kondisi cuaca dan gelombang. Namun hingga pukul 17.00 WIB, pencarian belum membuahkan hasil.


    Operasi SAR kemudian dihentikan sementara dan dijadwalkan kembali dilanjutkan pada Sabtu (22/8/2026).


    Gelombang Empat Meter Jadi Tantangan Berat


    Eko mengungkapkan, tingginya gelombang menjadi salah satu kendala utama dalam proses pencarian. Kondisi laut yang tidak bersahabat membuat pergerakan tim SAR di perairan harus dilakukan secara ekstra hati-hati.


    Tinggi gelombang dilaporkan mencapai sekitar empat meter, sehingga pencarian tidak dapat dilakukan secara sembarangan.

    “Keselamatan personel tetap menjadi prioritas. Kondisi gelombang cukup tinggi sehingga pencarian harus menyesuaikan situasi dan kondisi di lapangan,” jelasnya.


    Meski demikian, tim gabungan memastikan upaya pencarian tidak akan berhenti. Evaluasi dilakukan secara berkala untuk menentukan pola penyisiran dan perluasan area pencarian berdasarkan perkembangan kondisi laut di lapangan.


    BPBD, Basarnas, TNI AL, Polairud dan Relawan Bergerak Bersama


    Operasi kemanusiaan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya BPBD Kabupaten Jember, Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Polairud Polres Jember, Pos TNI AL Puger Jember, Relawan Barat Daya, Relawan Kencong, mahasiswa magang, serta masyarakat.


    Sinergi lintas instansi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pencarian terhadap tiga nelayan yang hingga kini masih dinyatakan hilang.


    Pada operasi pencarian berikutnya, tim akan kembali melakukan penyisiran dan berpotensi memperluas area pencarian sesuai perkembangan kondisi gelombang, arah arus, cuaca, serta informasi terbaru dari lapangan.


    Musibah ini juga menjadi perhatian masyarakat pesisir, khususnya keluarga korban yang hingga kini masih menunggu kabar keberadaan tiga nelayan tersebut.


    Selain pencarian di laut, dukungan terhadap keluarga korban juga menjadi perhatian. Keluarga diharapkan mendapat bantuan logistik dan dukungan selama proses operasi SAR berlangsung.


    Tiga nyawa masih dalam pencarian, sementara laut Pantai Paseban terus menjadi arena perjuangan tim SAR gabungan. Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Sabtu (22/8/2026), dengan harapan ketiga nelayan asal Puger segera ditemukan.

    Daftar korban kecelakaan laut Perahu Pantes:

    • Sahwiyanto (46) — warga Desa Puger Wetan, Kecamatan Puger, ditemukan meninggal dunia.
    • Samino (65) — nakhoda perahu, berhasil selamat.
    • Mujai (58) — warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, masih dalam pencarian.
    • Moh. Sholihin (34) — warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, masih dalam pencarian.
    • Samsul (45) — warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, masih dalam pencarian.(***).                                       Redaksi....
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini