• Jelajahi

    Copyright © XNEWS 24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    LOGO

    Ads

    PMT Perkuat Arus Logistik Sumatera, Peti Kemas Belawan-Kuala Tanjung Tembus 403.091 TEUs

    X News 24
    Kamis, 13 Agustus 2026, Agustus 13, 2026 WIB Last Updated 2026-08-13T23:48:09Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    BELAWAN / XNEWS24.ID.  Aktivitas logistik di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, Sumatera Utara, menunjukkan tren positif di tengah tekanan ekonomi global dan perlambatan perdagangan internasional. Hingga Juli 2026, arus peti kemas yang dikelola PT Prima Multi Terminal (PMT) mencapai 403.091 TEUs, tumbuh sekitar 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Pertumbuhan tersebut menjadi sinyal bahwa sektor logistik Sumatera masih memiliki daya tahan sekaligus memperlihatkan semakin strategisnya peran Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung sebagai simpul distribusi barang, perdagangan, serta pendukung aktivitas industri di kawasan barat Indonesia.

    Kinerja paling mencolok terlihat pada layanan peti kemas internasional di Terminal 2 Kuala Tanjung. Hingga Juli 2026, arus peti kemas internasional mencapai 24.016 TEUs, atau melonjak 253 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

    Tidak hanya layanan internasional, total aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal tersebut juga mencatat pertumbuhan 12 persen menjadi 42.815 TEUs.

    Lonjakan tersebut memperlihatkan meningkatnya aktivitas ekspor-impor serta distribusi bahan baku industri, barang konsumsi dan kebutuhan manufaktur yang menghubungkan kawasan industri dengan jaringan perdagangan domestik maupun internasional.

    Arus Nonpeti Kemas Ikut Melonjak

    Pertumbuhan positif juga terjadi pada layanan barang nonpeti kemas di Terminal Kuala Tanjung.

    Hingga Juli 2026, volume barang nonpeti kemas mencapai 545.730 ton, meningkat signifikan sebesar 83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

    Kenaikan tersebut mencerminkan semakin besarnya aktivitas distribusi komoditas curah dan kebutuhan industri dari kawasan hinterland Sumatera melalui Kuala Tanjung.

    Direktur Utama PT Prima Multi Terminal Rudi Susanto mengatakan, perkembangan arus barang menunjukkan adanya ketahanan aktivitas ekonomi di Sumatera meskipun kondisi perdagangan global masih menghadapi berbagai tekanan.

    “Pertumbuhan arus barang menunjukkan aktivitas ekonomi di Sumatera masih memiliki daya tahan. Distribusi domestik menjadi penopang utama, sementara ekspor dari sektor industri pengolahan dan komoditas mulai memberikan kontribusi yang lebih besar,” kata Rudi.

    Menurutnya, industri kepelabuhanan tetap menghadapi tantangan, mulai dari perubahan jaringan pelayaran internasional, pergeseran rantai pasok global hingga dinamika geopolitik yang dapat berdampak terhadap biaya logistik dan waktu pengiriman.

    Karena itu, efisiensi operasional menjadi salah satu faktor penting untuk mempertahankan daya saing pelabuhan sekaligus memastikan arus barang tetap berjalan lancar.

    Efisiensi Operasional Jadi Kunci

    Dari sisi operasional, PMT mencatat rasio effective time terhadap berthing time (ET/BT) di Terminal Belawan mencapai 85,84 persen.

    Sementara di Terminal Kuala Tanjung, rasio ET/BT tercatat 60 persen untuk layanan internasional dan 69 persen untuk layanan domestik.

    Angka tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur efektivitas waktu pelayanan kapal selama berada di area pelabuhan.

    Untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kinerja, PMT melakukan berbagai langkah optimalisasi, di antaranya meningkatkan utilitas peralatan bongkar muat, melakukan penataan lapangan penumpukan, serta memperkuat koordinasi dengan pengguna jasa dan antarterminal.

    Langkah tersebut menjadi penting seiring meningkatnya tuntutan terhadap layanan pelabuhan yang cepat, efisien, aman dan mampu memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

    K3 Diperkuat, Target Nihil Kecelakaan

    Di tengah peningkatan aktivitas operasional, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) juga menjadi perhatian utama.

    PMT terus memperkuat penerapan K3 melalui inspeksi berkala, standardisasi peralatan operasional serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.

    Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga lingkungan kerja yang aman sekaligus mempertahankan target nihil kecelakaan kerja di seluruh area operasional.

    Rudi menegaskan bahwa peningkatan produktivitas tidak dapat dipisahkan dari aspek keselamatan.

    Bagi perusahaan, operasional yang efisien harus berjalan beriringan dengan penerapan standar keselamatan yang konsisten sehingga peningkatan arus barang tidak mengurangi kualitas perlindungan terhadap pekerja maupun pengguna jasa.

    Belawan dan Kuala Tanjung Makin Strategis

    Rudi menilai keberadaan pelabuhan akan semakin penting seiring pertumbuhan kebutuhan distribusi barang dan perkembangan kawasan industri di Sumatera.

    “Pelabuhan tidak hanya menjadi tempat keluar-masuk barang, tetapi juga bagian dari rantai pasok yang menentukan efisiensi industri. Karena itu, peningkatan keandalan dan efisiensi layanan menjadi penting agar pelaku usaha dapat mengendalikan biaya distribusi dan memperkuat daya saing produk Indonesia,” ujarnya.

    Secara geografis, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung memiliki posisi strategis karena berada dalam kawasan yang terhubung dengan jalur perdagangan Selat Malaka.

    Posisi tersebut memberikan peluang besar bagi kedua pelabuhan untuk terus berkembang sebagai simpul logistik yang menghubungkan sentra produksi, kawasan industri, hinterland Sumatera dan pasar internasional.

    Terlebih, pengembangan kawasan industri serta program hilirisasi di Sumatera berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap layanan kepelabuhanan.

    Momentum Penguatan Rantai Pasok

    Pertumbuhan arus peti kemas hingga Juli 2026 sekaligus memperlihatkan bahwa penguatan konektivitas logistik menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi regional.

    Kenaikan 253 persen pada peti kemas internasional Terminal 2 Kuala Tanjung menjadi salah satu indikator yang patut dicermati karena menunjukkan semakin terbukanya peluang perdagangan internasional melalui kawasan tersebut.

    Di sisi lain, pertumbuhan total arus peti kemas PMT menjadi 403.091 TEUs menunjukkan bahwa aktivitas distribusi barang tetap bergerak meski perekonomian global menghadapi ketidakpastian.

    Dengan optimalisasi peralatan, peningkatan produktivitas, penguatan keselamatan serta koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan, PMT terus mendorong Belawan dan Kuala Tanjung menjadi bagian penting dari ekosistem logistik nasional.

    Perkembangan ini sekaligus memperkuat prospek Sumatera Utara sebagai salah satu kawasan strategis dalam rantai pasok dan perdagangan Indonesia, terutama ketika pertumbuhan industri, hilirisasi dan kebutuhan distribusi terus meningkat.(***)

    Redaksi 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini