• Jelajahi

    Copyright © XNEWS 24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    LOGO

    Ads

    Arus Peti Kemas Sumut Bangkit: Belawan dan Kuala Tanjung Catat Lonjakan di Awal 2026

    X News 24
    Rabu, 29 April 2026, April 29, 2026 WIB Last Updated 2026-04-30T06:10:51Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Belawan, (Xnews24.id) Di tengah bayang-bayang ketidakpastian perdagangan global, sektor logistik di Sumatera Utara justru menunjukkan sinyal kebangkitan yang menggembirakan. Aktivitas bongkar muat di dan mencatat pertumbuhan positif sepanjang awal tahun 2026.


    PT Prima Multi Terminal (PMT) melaporkan bahwa volume peti kemas hingga Maret 2026 mencapai 168.478 TEUs, naik sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Angka ini menjadi indikator awal pulihnya arus distribusi barang, baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor dari wilayah barat Indonesia.


    Kontributor terbesar datang dari Terminal 1 Belawan yang masih menjadi tulang punggung distribusi domestik. Arus peti kemas di terminal ini mencapai 152.452 TEUs, meningkat 5 persen secara tahunan. Stabilnya pasokan barang konsumsi dan bahan baku industri, serta daya beli masyarakat yang tetap terjaga, menjadi pendorong utama pertumbuhan tersebut.


    Sementara itu, Terminal 2 Kuala Tanjung mencuri perhatian lewat lonjakan signifikan di segmen internasional. Volume peti kemas internasional tercatat mencapai 5.579 TEUs—melonjak lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan ini dipicu oleh bertambahnya layanan pelayaran serta meningkatnya aktivitas ekspor dari kawasan industri di Sumatera.


    Direktur Utama PMT, , menyebut capaian ini sebagai sinyal positif bagi pergerakan ekonomi daerah. Ia menilai arus barang yang mulai meningkat menunjukkan aktivitas industri yang kembali bergeliat, meski pelaku usaha masih berhati-hati menghadapi dinamika global.


    Dari sisi operasional, kinerja layanan juga mengalami peningkatan. Rasio effective time terhadap berthing time (ET/BT) di Belawan mencapai 85,95 persen. Sementara di Kuala Tanjung, rasio ET/BT untuk layanan internasional berada di angka 75,57 persen dan domestik 66,74 persen.


    Peningkatan ini tidak lepas dari berbagai langkah strategis, mulai dari penataan area penumpukan, optimalisasi alat bongkar muat, hingga penguatan koordinasi operasional. Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi PMT untuk meningkatkan efisiensi dan memperkuat daya saing pelabuhan di tingkat regional.


    Di sisi eksternal, dukungan kebijakan pemerintah dalam menekan biaya logistik dan mendorong ekspor berbasis hilirisasi turut memperkuat tren positif ini. Meski demikian, tantangan global seperti fluktuasi permintaan dan ketidakpastian ekonomi di negara mitra dagang tetap menjadi faktor yang perlu diwaspadai.


    Tak hanya fokus pada pertumbuhan, PMT juga menempatkan keselamatan kerja sebagai prioritas utama. Implementasi program K3 terus diperkuat melalui standardisasi peralatan, inspeksi rutin, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja, dengan target operasional tanpa kecelakaan.


    Ke depan, PMT optimistis peran pelabuhan akan semakin krusial dalam menjaga kelancaran arus logistik dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan peningkatan keandalan layanan, perusahaan berharap dapat membantu menekan biaya logistik sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia di pasar global.(**)

    Redaksi 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini