• Jelajahi

    Copyright © XNEWS 24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    LOGO

    Ads

    Korban Disuruh Tangkap Maling Malah Jadi Tersangka, Kasus di Medan Picu Sorotan Nasional

    X News 24
    Senin, 04 Mei 2026, Mei 04, 2026 WIB Last Updated 2026-05-05T04:03:42Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    Medan  (Xnews24.id) Dugaan kriminalisasi kembali mencuat di wilayah hukum . Seorang warga yang awalnya menjadi korban pencurian di kawasan Pancur Batu justru berakhir sebagai tersangka, memicu polemik dan perhatian luas dari publik hingga tingkat nasional.


    Tak terima dengan penetapan tersebut, korban melalui kuasa hukumnya resmi mengajukan praperadilan ke dengan nomor perkara 37/Pid.Pra/2026/PN Mdn. Gugatan ini ditujukan untuk menguji keabsahan status tersangka yang dinilai penuh kejanggalan dan diduga tidak sesuai prosedur hukum.


    Kuasa hukum korban mengungkapkan, kliennya sebelumnya justru membantu aparat dalam menangkap pelaku pencurian atas arahan penyidik Polsek Pancur Batu. Namun, situasi berbalik ketika korban bersama keluarganya malah dituduh melakukan penganiayaan terhadap pelaku dan ditetapkan sebagai tersangka.


    “Ini sangat janggal. Klien kami adalah korban sekaligus membantu aparat, tapi malah disulap menjadi tersangka. Kami menduga ada kekeliruan serius dalam proses penegakan hukum,” ujarnya.


    Langkah praperadilan diambil sebagai upaya mencari keadilan sekaligus menguji prosedur yang dilakukan penyidik. Pihak korban berharap majelis hakim dapat memberikan putusan yang objektif dan transparan.


    Kasus ini sontak menjadi perhatian publik dan viral di media sosial. Banyak pihak menilai peristiwa ini mencederai rasa keadilan masyarakat, terutama karena melibatkan korban tindak pidana yang justru dikriminalisasi.


    Sorotan juga datang dari , Wakil Ketua Komisi III DPR RI. Melalui unggahan di media sosial, ia mengekspresikan keprihatinannya dan mempertanyakan proses hukum yang terjadi. Dalam unggahannya, bahkan muncul dugaan adanya rekayasa kasus yang melibatkan kepentingan tertentu.


    Perhatian dari DPR RI membuat kasus ini semakin memanas. Masyarakat pun mendesak aparat penegak hukum agar bertindak profesional, transparan, dan tidak menyimpang dari prinsip keadilan.


    Sementara itu, Wakapolda Sumatera Utara, Sonny Irawan, merespons cepat isu yang beredar dan menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti informasi tersebut.


    “Terima kasih informasinya, akan segera ditindaklanjuti,” tulisnya dalam pernyataan singkat yang turut viral.


    Hingga saat ini, pihak belum memberikan keterangan resmi terkait gugatan praperadilan tersebut. Proses sidang sendiri masih berlangsung di , dengan agenda menghadirkan pihak termohon.


    Kasus ini kini menjadi ujian serius bagi penegakan hukum di Indonesia—apakah keadilan benar-benar berpihak pada korban, atau justru sebaliknya.

    Redaksi.

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini