Medan (Xnews24.id) Di tengah dinamika industri yang semakin kompleks dan penuh tantangan, PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) menegaskan pentingnya karakter dan integritas sebagai fondasi utama dalam membangun organisasi yang unggul dan berkelanjutan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan BREATH (Balancing, Resilience, Energy, and Health) Session Series 32 bertajuk “Navigasi Karakter: Mengakselerasi Performa Bisnis melalui Kepemimpinan yang Berintegritas” yang digelar pada Rabu (13/5).
Sebagai subholding PT Pelabuhan Indonesia (Persero) yang bergerak di bidang operasional terminal nonpetikemas, SPMT menilai bahwa keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh strategi, teknologi, maupun target perusahaan, tetapi juga oleh kualitas karakter sumber daya manusianya.
Direktur SDM Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, mengatakan bahwa integritas kini menjadi energi penggerak organisasi, terutama di tengah lingkungan kerja dengan tekanan operasional dan risiko tinggi seperti sektor kepelabuhanan.
“Yang paling menentukan dari sebuah organisasi adalah manusianya. Dan kualitas manusia itu bukan hanya ditentukan oleh kompetensi, tetapi terutama oleh karakter. Integritas adalah energi penggerak. Ketika integritas hadir, organisasi akan mampu bergerak dengan lebih optimal,” ujar Edi.
Menurutnya, budaya kerja yang kuat lahir dari kesadaran dan rasa tanggung jawab setiap individu, bukan sekadar karena pengawasan. Oleh sebab itu, transformasi bisnis yang dijalankan perusahaan juga mencakup perubahan pola pikir dan penguatan karakter insan perusahaan.
Edi menambahkan bahwa kepemimpinan berintegritas memiliki peran strategis dalam membangun budaya keselamatan kerja (safety culture) di lingkungan operasional pelabuhan.
“Karakter pemimpin itulah yang menentukan kualitas dalam hal safety culture,” tegasnya.
Dalam sesi tersebut, hadir pula Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara Medan, Muhammad Syukri Albani Nasution, sebagai narasumber. Ia menekankan bahwa organisasi modern membutuhkan pemimpin yang mampu memberikan pengaruh positif melalui keteladanan dan integritas, bukan sekadar mengandalkan jabatan.
“Leadership is influence, not position. Pemimpin sejati hadir bukan untuk dilayani, tetapi untuk memberi arah, keteladanan, dan energi positif bagi organisasi,” jelas Syukri.
Ia juga menyoroti pentingnya membangun budaya ownership dan akuntabilitas di seluruh lini organisasi. Menurutnya, rasa memiliki akan melahirkan tanggung jawab, sementara akuntabilitas akan memperkuat profesionalisme dan kolaborasi tim.
Syukri menilai tantangan dunia kerja saat ini, mulai dari disrupsi, tekanan produktivitas, krisis kepercayaan, ego sektoral hingga burnout, hanya dapat dihadapi melalui kepemimpinan yang berlandaskan nilai, integritas, dan pemberdayaan.
“Karakter adalah kompas yang menjaga organisasi tetap berada di jalur yang benar. Ketika pemimpin memiliki integritas dan menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama, performa bisnis akan tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Melalui kegiatan BREATH Session Series ini, Pelindo Multi Terminal terus memperkuat budaya perusahaan serta pengembangan karakter insan perusahaan sebagai bagian dari strategi membangun organisasi yang adaptif, profesional, dan berintegritas dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan dan seluruh pemangku kepentingan.(**)
Redaksi



