• Jelajahi

    Copyright © XNEWS 24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    LOGO

    Ads

    Pelindo Resmi Soft Launching NTAA di Perairan Nipa, Perkuat Posisi Indonesia di Jalur Pelayaran Internasional Selat Malaka

    X News 24
    Senin, 25 Mei 2026, Mei 25, 2026 WIB Last Updated 2026-05-26T01:32:21Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    BATAM ( Xnews24.id)  PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo resmi melakukan Soft Operational Launching Nipah Transfer Anchorage Area (NTAA) di Pelabuhan Feri Harbour Bay, Kepulauan Riau. Langkah ini menandai dimulainya pengoperasian layanan kepelabuhanan strategis di Perairan Nipa, salah satu kawasan maritim yang berada di jalur perdagangan internasional tersibuk dunia, Selat Malaka.


    Pengoperasian NTAA merupakan tindak lanjut dari pemberian izin konsesi oleh Kementerian Perhubungan kepada Pelindo pada 6 Mei 2026 untuk penyediaan dan pengusahaan layanan kepelabuhanan di wilayah Perairan Nipa.


    Direktur Utama Pelindo, , menegaskan bahwa pengembangan NTAA menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran Indonesia dalam ekosistem maritim global dan meningkatkan daya saing sektor kepelabuhanan nasional.

    “Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran utama dunia yang memiliki posisi sangat strategis dalam perdagangan global. Dengan keunggulan geografis Indonesia, sudah saatnya kita mengambil peran lebih besar, tidak hanya sebagai negara yang dilintasi kapal internasional, tetapi juga sebagai penyedia layanan maritim yang kompetitif dan bernilai tambah,” ujar Achmad.


    Selat Malaka, Jalur Perdagangan Laut Tersibuk Dunia


    Sebagai penghubung antara Samudra Hindia dan Laut China Selatan, Selat Malaka dilalui ribuan kapal internasional setiap tahun dan menjadi salah satu koridor perdagangan laut terpenting di dunia. Tingginya aktivitas pelayaran menjadikan kawasan ini pusat berbagai layanan maritim internasional, termasuk Ship to Ship Transfer (STS) atau alih muat antar kapal.


    Melalui pengembangan NTAA, Pelindo berupaya menangkap peluang strategis tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok dan logistik global.

    “Pengembangan NTAA bukan hanya pengembangan bisnis kepelabuhanan. Ini merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai logistik dan perdagangan internasional. Kami berharap layanan ini mampu menciptakan nilai tambah ekonomi dan meningkatkan konektivitas maritim nasional,” tambah Achmad.


    Hadirkan Layanan Maritim Berstandar Internasional


    Di kawasan NTAA, Pelindo akan menyediakan berbagai layanan kepelabuhanan modern, meliputi:

    • Ship to Ship Transfer (STS) atau alih muat antar kapal
    • Pelayanan kapal (vessel services)
    • Floating Storage
    • Fasilitas dan dukungan operasional berstandar keselamatan internasional


    Pengembangan fasilitas tersebut dilakukan untuk mendukung efisiensi operasional pelayaran internasional sekaligus memastikan keamanan dan kualitas layanan sesuai standar global.


    Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Daya Saing Maritim Nasional

    Pelindo meyakini keberadaan NTAA akan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi nasional, meningkatkan aktivitas logistik dan pelayaran internasional, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain penting dalam industri maritim global.


    Pada kesempatan tersebut, Pelindo juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Perhubungan dan seluruh pemangku kepentingan yang telah mendukung proses pengembangan NTAA hingga tahap operasional awal.

    “Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kepercayaan yang diberikan pemerintah serta seluruh stakeholder terkait. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar pengoperasian NTAA berjalan aman, optimal, dan memberikan manfaat besar bagi kemajuan sektor maritim Indonesia,” tutup Achmad. (***)

    Redaksi 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini