• Jelajahi

    Copyright © XNEWS 24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    LOGO

    Ads

    Arus Peti Kemas Belawan dan Kuala Tanjung Melonjak 6 Persen hingga Mei 2026, Sinyal Kebangkitan Logistik Sumatera

    X News 24
    Minggu, 28 Juni 2026, Juni 28, 2026 WIB Last Updated 2026-06-28T15:05:21Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    BELAWAN  (Xnews24.ID) Aktivitas logistik di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung menunjukkan tren pertumbuhan yang semakin positif. Di tengah tantangan ekonomi global dan perlambatan perdagangan internasional, arus peti kemas yang dikelola PT Prima Multi Terminal (PMT) justru mengalami kenaikan signifikan sebesar 6 persen sepanjang Januari hingga Mei 2026.


    Data PT Prima Multi Terminal mencatat total arus peti kemas mencapai 286.195 TEUs, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi indikator menguatnya kembali aktivitas perdagangan, industri, dan distribusi logistik di wilayah barat Indonesia, khususnya Pulau Sumatera.


    Pertumbuhan tersebut didorong oleh meningkatnya distribusi domestik serta naiknya ekspor komoditas dan produk hilirisasi dari kawasan industri di Sumatera. Meski pasar global masih menghadapi tekanan, sektor logistik nasional menunjukkan ketahanan yang cukup kuat.


    Terminal Kuala Tanjung Catat Lonjakan Hingga 220 Persen

    Kontributor pertumbuhan tertinggi berasal dari layanan peti kemas internasional di Terminal 2 Kuala Tanjung. Hingga Mei 2026, volume peti kemas internasional tercatat mencapai 15.734 TEUs, atau melonjak hingga 220 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.


    Secara keseluruhan, aktivitas bongkar muat peti kemas di terminal tersebut juga mengalami pertumbuhan sebesar 12 persen, dengan total volume mencapai 30.057 TEUs.


    Peningkatan ini didorong oleh membaiknya arus ekspor-impor serta tingginya kebutuhan distribusi bahan baku industri, barang konsumsi, dan kebutuhan manufaktur yang masih menopang aktivitas ekonomi nasional.


    Tak hanya peti kemas, aktivitas bongkar muat barang nonpeti kemas di Terminal Kuala Tanjung juga menunjukkan performa impresif. Hingga Mei 2026, volume bongkar muat mencapai 389.114 ton, meningkat tajam sebesar 155 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


    Kenaikan ini menunjukkan meningkatnya distribusi komoditas curah dan kebutuhan industri dari kawasan hinterland Sumatera.


    Belawan Domestik Tetap Jadi Tulang Punggung Distribusi Nasional

    Sementara itu, Terminal 1 Belawan Domestik tetap menjadi tulang punggung distribusi nasional dengan mencatat arus peti kemas sebesar 256.138 TEUs, atau naik 5 persen dibandingkan tahun lalu.


    Peningkatan tersebut didorong oleh tingginya aktivitas distribusi barang antarpulau untuk memenuhi kebutuhan industri dan konsumsi masyarakat, serta meningkatnya pengiriman komoditas dan produk olahan dari Sumatera ke berbagai wilayah Indonesia.


    Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto, mengatakan peningkatan arus barang ini menjadi sinyal positif mulai pulihnya aktivitas industri dan perdagangan di Sumatera.

    "Distribusi domestik masih menjadi penopang utama, sementara aktivitas ekspor mulai menunjukkan peningkatan, terutama dari sektor industri pengolahan dan komoditas. Hal itu mendorong kenaikan arus peti kemas di terminal yang kami kelola," ujar Rudi, Minggu (28/6/2026).


    Tantangan Global Masih Membayangi Industri Pelabuhan

    Meski mencatat pertumbuhan positif, sektor kepelabuhanan masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari perubahan jaringan pelayaran internasional, pergeseran jalur logistik global, hingga dampak ketegangan geopolitik yang memengaruhi biaya distribusi dan waktu pengiriman.


    Karena itu, peningkatan efisiensi operasional menjadi faktor utama untuk menjaga daya saing pelabuhan nasional.


    PT Prima Multi Terminal mencatat rasio effective time terhadap berthing time (ET/BT) di Terminal Belawan mencapai 86,26 persen. Sementara di Terminal Kuala Tanjung, rasio ET/BT tercatat 74,83 persen untuk layanan internasional dan 65,45 persen untuk layanan domestik.


    Untuk mempertahankan performa tersebut, perusahaan terus mengoptimalkan peralatan bongkar muat, menata lapangan penumpukan, serta memperkuat koordinasi operasional dengan para pengguna jasa dan antarterminal.


    Perkuat K3 dan Dukung Daya Saing Ekspor Indonesia

    Selain fokus pada produktivitas, PMT juga memperkuat implementasi program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) melalui inspeksi berkala, standardisasi peralatan operasional, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja guna mempertahankan target nihil kecelakaan kerja.


    Menurut Rudi, keandalan pelabuhan akan semakin menentukan daya saing industri nasional di tengah persaingan global.

    "Peningkatan efisiensi layanan kepelabuhanan akan membantu menekan biaya logistik, memperlancar distribusi barang, sekaligus meningkatkan daya saing ekspor Indonesia," katanya.


    Dengan posisi strategis di jalur perdagangan internasional Selat Malaka, Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung diproyeksikan akan terus menjadi pusat logistik utama di wilayah barat Indonesia, seiring berkembangnya kawasan industri dan program hilirisasi nasional di Pulau Sumatera.(***)

    Redaksi 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini