BATUBARA (Xnews24.ID) Di tengah meningkatnya aktivitas bongkar muat dan mobilitas operasional di kawasan pelabuhan, PT Prima Multi Terminal (PMT) kembali menegaskan komitmennya terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui pelaksanaan kegiatan Safety Stand Down di PMT Terminal 2 Kuala Tanjung, Minggu (29/6/2026).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan kerja di lingkungan operasional pelabuhan yang memiliki tingkat risiko tinggi. Seluruh pekerja, mitra kerja, serta pengguna jasa pelabuhan diajak untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan guna menciptakan lingkungan kerja yang aman, produktif, dan berkelanjutan.
Seiring meningkatnya aktivitas bongkar muat di Terminal Kuala Tanjung, intensitas pergerakan alat berat, kendaraan operasional, serta personel di area terminal turut mengalami peningkatan. Kondisi tersebut menjadikan aspek keselamatan sebagai prioritas utama yang tidak dapat dipisahkan dari kelancaran operasional pelabuhan.
Dalam kegiatan Safety Stand Down tersebut, PMT kembali menyosialisasikan berbagai prosedur keselamatan di sekitar kendaraan operasional, khususnya truk kontainer dan truk curah kering yang beroperasi setiap hari di kawasan terminal. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan zona aman, zona bahaya, titik buta (blind spot), hingga penerapan jarak aman bagi pekerja saat berada di sekitar kendaraan.
Pihak perusahaan mengingatkan bahwa pekerja wajib menjaga jarak aman minimal 15 meter dari truk kontainer dan sedikitnya 20 meter dari truk curah kering. Selain itu, pekerja juga diberikan edukasi mengenai bahaya berada di area belakang kendaraan akibat keterbatasan pandangan pengemudi, pentingnya melakukan kontak mata dengan operator sebelum melintas, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) secara lengkap, serta pemanfaatan barikade pengaman saat diperlukan.
Tak hanya itu, seluruh pekerja juga diimbau untuk selalu waspada terhadap berbagai potensi bahaya di area pelabuhan, seperti tumpahan material curah, pergerakan alat berat, hingga kepadatan lalu lintas kendaraan operasional. Melalui pemahaman yang baik terhadap risiko kerja, diharapkan setiap individu mampu melakukan langkah pencegahan sebelum terjadi insiden.
Direktur Operasi dan Teknik PT Prima Multi Terminal, Wahyudi, menegaskan bahwa keselamatan kerja merupakan fondasi utama dalam operasional kepelabuhanan modern.
"Keselamatan harus menjadi budaya yang diterapkan oleh setiap orang yang bekerja di lingkungan pelabuhan. Kepatuhan terhadap prosedur bukan sekadar memenuhi aturan, tetapi merupakan bentuk perlindungan terhadap diri sendiri, rekan kerja, dan keberlangsungan operasional," ujar Wahyudi.
Ia menambahkan, karakteristik operasional terminal pelabuhan yang dinamis menuntut tingkat kewaspadaan tinggi dari seluruh personel. Aktivitas bongkar muat yang berlangsung hampir tanpa henti dengan pergerakan alat berat dan kendaraan logistik menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga keselamatan kerja.
Menurutnya, kegiatan Safety Stand Down tidak hanya menjadi sarana penyampaian materi keselamatan, tetapi juga momentum untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, serta kepedulian antarsesama pekerja.
"Setiap insiden pada dasarnya dapat dicegah apabila seluruh pihak disiplin menjalankan prosedur dan saling mengingatkan. Kami ingin membangun budaya bahwa keselamatan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas unit K3 atau pengawas lapangan," tegasnya.
Sebagai bagian dari komitmen terhadap penerapan budaya keselamatan, PT Prima Multi Terminal secara rutin melaksanakan berbagai program penguatan K3, mulai dari inspeksi lapangan, identifikasi potensi bahaya, evaluasi risiko pekerjaan, standardisasi peralatan operasional, hingga peningkatan kompetensi pekerja melalui pelatihan dan sosialisasi.
Perusahaan juga terus mendorong implementasi budaya Safety First, di mana setiap pekerja memiliki hak dan tanggung jawab untuk menghentikan pekerjaan apabila ditemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan, serta melaporkan setiap potensi risiko agar dapat segera ditindaklanjuti.
Sebagai operator terminal peti kemas dan multipurpose di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung, PT Prima Multi Terminal menilai bahwa budaya keselamatan merupakan faktor penting dalam menjaga keandalan layanan kepelabuhanan. Selain mendukung kelancaran operasional, penerapan standar keselamatan yang konsisten juga berperan dalam meningkatkan kepercayaan pengguna jasa serta mendukung terciptanya rantai logistik yang aman, efisien, dan berkelanjutan.
Melalui pelaksanaan Safety Stand Down di PMT Terminal 2 Kuala Tanjung, perusahaan berharap budaya keselamatan semakin tertanam dalam setiap aktivitas operasional, sehingga target zero accident dapat terus dipertahankan dan menjadi bagian dari budaya kerja seluruh insan pelabuhan.(***)
Redaksi



