BELAWAN (Xnews24.id) Peluang penguatan konektivitas logistik antara Indonesia dan Malaysia kembali mendapat perhatian serius. PT Belawan New Container Terminal (BNCT) menerima kunjungan Mitra Shipping melalui anak usahanya, Pelayaran Synergi Samudera Sukses (PSSS), dalam rangka menjajaki potensi pembukaan layanan barge yang menghubungkan Pelabuhan Belawan dengan Port Klang, Malaysia.
Rencana pengembangan layanan barge lintas negara tersebut dinilai berpotensi membuka jalur perdagangan yang lebih efisien, memperkuat rantai pasok regional, sekaligus meningkatkan daya saing Pelabuhan Belawan sebagai salah satu gerbang perdagangan utama di wilayah barat Indonesia.
Kunjungan yang dilakukan oleh PSSS merupakan bagian dari proses evaluasi dan pengumpulan informasi terkait kesiapan infrastruktur, karakteristik operasional terminal, serta kebutuhan layanan yang diperlukan apabila rute Belawan–Port Klang nantinya direalisasikan.
Dalam agenda tersebut, rombongan melakukan peninjauan langsung terhadap fasilitas Terminal A dan Terminal B BNCT. Selain itu, kedua belah pihak juga berdiskusi mengenai potensi pasar, pola pergerakan kargo, serta dukungan operasional yang diperlukan untuk mendukung kelancaran konektivitas antarpelabuhan.
Corporate Secretary PT Belawan New Container Terminal, Rizki Affandi Nasution, menyampaikan bahwa setiap inisiatif pengembangan konektivitas logistik merupakan sinyal positif terhadap meningkatnya kepercayaan pelaku industri terhadap potensi Pelabuhan Belawan.
"Setiap inisiatif untuk mengembangkan konektivitas logistik merupakan peluang yang patut diapresiasi. BNCT terbuka untuk berdiskusi dengan seluruh mitra usaha dalam memahami kebutuhan operasional maupun potensi layanan yang dapat memberikan manfaat bagi pengguna jasa dan mendukung kelancaran arus perdagangan," ujar Rizki.
Menurutnya, pengembangan konektivitas logistik tidak hanya ditentukan oleh kesiapan infrastruktur semata, tetapi juga dipengaruhi oleh kesesuaian kebutuhan pasar, efisiensi operasional, serta kolaborasi seluruh pelaku dalam rantai pasok.
"Proses kajian yang dilakukan calon pengguna jasa menjadi tahapan penting sebelum suatu layanan baru dapat direalisasikan secara optimal dan berkelanjutan," tambahnya.
Sebagai salah satu pelabuhan strategis di Indonesia bagian barat, Belawan memiliki posisi penting dalam mendukung aktivitas ekspor-impor dan perdagangan regional. Seiring meningkatnya kebutuhan terhadap sistem logistik yang lebih efisien, fleksibel, dan terintegrasi, eksplorasi pembukaan rute baru seperti layanan barge Belawan–Port Klang diharapkan mampu menghadirkan peluang ekonomi yang lebih luas.
Inisiatif penjajakan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun fondasi konektivitas logistik yang lebih kuat antara Indonesia dan Malaysia. Melalui sinergi antara operator terminal dan pelaku pelayaran, peluang pengembangan perdagangan regional di kawasan Asia Tenggara diharapkan semakin terbuka dan kompetitif di masa mendatang.(***)
Redaksi



