• Jelajahi

    Copyright © XNEWS 24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    LOGO

    Ads

    Pelindo Gandeng Pengguna Jasa, Gebrakan PINP Perkuat Ekosistem Logistik Nasional dan Tekan Biaya Logistik

    X News 24
    Selasa, 18 Agustus 2026, Agustus 18, 2026 WIB Last Updated 2026-08-18T14:49:04Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini



    Medan, /XNEWS24.ID.  PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo mengambil langkah strategis untuk mempercepat transformasi ekosistem logistik nasional. Bukan sekadar membangun konektivitas antarpelabuhan, Pelindo kini menggandeng perusahaan pelayaran, freight forwarder, cargo owner hingga pemilik depo untuk bersama-sama membentuk jaringan logistik Indonesia yang lebih terintegrasi, efisien dan kompetitif melalui Pelindo Indonesia Network Pendulum (PINP).


    Langkah tersebut mengemuka dalam forum diskusi bersama para pengguna jasa yang digelar Pelindo usai Upacara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Grha Pelindo Medan, Senin (17/8/2026).


    Forum ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan operator pelabuhan dengan pelaku industri logistik sekaligus menggali kebutuhan dan tantangan di lapangan. Pelindo menilai transformasi sektor logistik tidak dapat berjalan sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh mata rantai distribusi.


    Direktur Komersial Pelindo, Farid Padang, menegaskan bahwa PINP dirancang bukan semata-mata sebagai pengembangan jaringan pelayaran, melainkan sebagai upaya membangun ekosistem logistik bersama yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh pengguna jasa.

    “Pelindo ingin memastikan setiap kebijakan dan program transformasi yang dijalankan selaras dengan kebutuhan pengguna jasa. Kolaborasi menjadi kunci untuk menghadirkan jaringan logistik yang lebih andal, meningkatkan kepastian jadwal pelayaran, sekaligus mendukung upaya menekan biaya logistik nasional,” ujar Farid.


    PINP Dorong Jaringan Logistik Lebih Seimbang

    Menurut Farid, salah satu fokus utama implementasi PINP adalah menciptakan pola jaringan pelayaran yang lebih seimbang dengan mengurangi ketidakseimbangan arus muatan atau imbalance cargo.


    Ketidakseimbangan muatan selama ini menjadi salah satu tantangan dalam optimalisasi jaringan logistik. Karena itu, Pelindo mendorong konsolidasi muatan, meningkatkan kepastian jadwal kapal, memperkuat konektivitas antardaerah serta menyiapkan skema insentif bagi perusahaan pelayaran yang mampu meningkatkan utilisasi muatan.

    “Dengan jaringan yang lebih terintegrasi, diharapkan utilisasi terminal dapat meningkat dan distribusi logistik antarwilayah menjadi semakin efisien. Pada akhirnya, manfaat tersebut akan dirasakan oleh industri pelayaran, pemilik barang, hingga masyarakat luas,” tambah Farid.


    Konsep tersebut menjadi bagian penting dari transformasi Pelindo untuk menjadikan pelabuhan bukan hanya sebagai titik bongkar muat barang, tetapi sebagai simpul utama yang mampu menghubungkan berbagai pusat produksi dan konsumsi di Indonesia.


    Ketika konektivitas semakin kuat, pergerakan barang diharapkan menjadi lebih terencana, waktu tunggu dapat ditekan dan pemanfaatan fasilitas terminal semakin optimal.


    Pelindo Buka Ruang bagi Pelaku Industri


    Pelindo menyadari bahwa keberhasilan PINP sangat bergantung pada keterlibatan seluruh pelaku dalam rantai pasok. Karena itu, perusahaan secara berkelanjutan membuka ruang komunikasi melalui forum diskusi, sosialisasi dan engagement bersama perusahaan pelayaran, freight forwarder, cargo owner, pemilik depo hingga regulator.


    Farid mengatakan masukan dari pengguna jasa menjadi salah satu fondasi penting dalam menyempurnakan implementasi PINP.

    “Masukan dari para pengguna jasa menjadi bagian penting dalam penyempurnaan implementasi PINP. Kami ingin memastikan transformasi yang dilakukan mampu menjawab kebutuhan industri dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan daya saing logistik Indonesia,” jelasnya.


    Pendekatan kolaboratif ini sekaligus menunjukkan bahwa transformasi Pelindo tidak hanya berorientasi pada peningkatan kinerja internal, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan efisiensi yang dapat dirasakan langsung oleh pelaku usaha.


    Regional 1 Jadi Simpul Strategis Indonesia Bagian Barat

    Sementara itu, Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Jonedi Ramli, menyampaikan bahwa kawasan barat Indonesia memiliki posisi strategis dalam mendukung keberhasilan implementasi PINP.


    Menurutnya, posisi Pelindo Regional 1 yang memiliki jaringan pelabuhan di kawasan strategis menjadikannya salah satu simpul penting dalam penguatan konektivitas logistik nasional.

    “Pelindo Regional 1 siap menjadi mitra strategis bagi perusahaan pelayaran dan seluruh pengguna jasa dalam mendukung implementasi transformasi yang sedang berjalan. Kami ingin memastikan setiap transformasi yang dilakukan dapat memberikan kemudahan operasional, meningkatkan efisiensi layanan, serta menciptakan nilai tambah bagi pelanggan,” ujar Jonedi.


    Ia menambahkan, keterlibatan aktif perusahaan pelayaran dan pengguna jasa menjadi faktor penting dalam menciptakan rantai pasok yang semakin efisien dan berdaya saing.


    Langkah tersebut juga sejalan dengan agenda transformasi Danantara Indonesia dalam mendorong optimalisasi dan penguatan kinerja BUMN, termasuk melalui pengembangan layanan yang mampu menciptakan nilai tambah serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.


    ALFI: Forum Pelindo Jadi Ruang Penting bagi Pelaku Logistik

    Apresiasi terhadap forum tersebut disampaikan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia/Indonesian Logistics and Forwarders Association (DPW ALFI/ILFA), Surianto.


    Menurutnya, forum yang mempertemukan Pelindo dengan pengguna jasa memiliki nilai strategis karena memungkinkan pelaku usaha menyampaikan langsung kondisi dan kebutuhan operasional di lapangan.


    “Forum seperti ini sangat positif karena membuka ruang komunikasi langsung antara pelaku usaha dan Pelindo. Kami dapat memahami arah transformasi yang sedang dilakukan sekaligus menyampaikan masukan dari sisi operasional. Sinergi seperti ini penting untuk bersama-sama meningkatkan efisiensi dan mendukung kelancaran distribusi logistik nasional,” ujar Surianto.


    Kolaborasi antara operator pelabuhan dan pelaku logistik dinilai semakin penting di tengah kebutuhan industri terhadap layanan yang cepat, pasti, transparan dan efisien.


    Dari Pelabuhan untuk Daya Saing Indonesia


    Implementasi PINP pada akhirnya diarahkan untuk menghasilkan perubahan yang lebih besar dari sekadar peningkatan aktivitas pelabuhan.


    Pelindo ingin membangun jaringan yang mampu mempertemukan kapal, terminal, barang dan pasar dalam sebuah ekosistem yang lebih terhubung. Dengan demikian, efisiensi tidak hanya terjadi di dalam terminal, tetapi juga dapat dirasakan sepanjang rantai pasok.


    Penguatan konektivitas tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepastian jadwal kapal, mengoptimalkan utilisasi terminal, memperlancar pergerakan barang, menekan biaya operasional serta memperkuat daya saing industri pelayaran dan perdagangan nasional.


    Dengan menggandeng pengguna jasa sejak tahap transformasi, Pelindo menegaskan bahwa masa depan logistik Indonesia tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar kapasitas pelabuhan, tetapi juga oleh seberapa kuat seluruh mata rantai logistik mampu bergerak dalam satu jaringan yang terintegrasi.


    PINP pun menjadi salah satu langkah Pelindo untuk mendorong pelabuhan Indonesia naik kelas: dari sekadar tempat persinggahan kapal dan barang menjadi penggerak utama efisiensi rantai pasok dan konektivitas ekonomi nasional.(***)

    Redaksi 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini