Belawan /XNEWS24.ID. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan kembali menegaskan komitmennya membangun ekosistem kepelabuhanan yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan layanan dan kelancaran arus logistik, tetapi juga memperhatikan keberlanjutan lingkungan serta kepentingan masyarakat pesisir.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Konsultasi Publik dalam rangka penyusunan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Rencana Kegiatan Pengembangan dan Pengoperasian Kawasan Pelabuhan Belawan, yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Medan Belawan, Kamis (13/8).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis Pelindo untuk membuka ruang dialog secara langsung dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan terkait rencana pengerukan kolam pelabuhan, alur pelayaran, serta rencana penempatan material hasil pengerukan atau dumping.
Konsultasi publik tersebut dihadiri oleh unsur Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, Pemerintah Kota Medan, KSOP Utama Belawan, Kecamatan Medan Belawan, pemerintah kelurahan di wilayah Belawan, unsur TNI dan Polri, organisasi serta kelompok nelayan, tokoh masyarakat, hingga masyarakat yang berada di sekitar kawasan rencana kegiatan.
Masyarakat Jadi Bagian Penting dalam Perencanaan
Pelindo tidak sekadar menyampaikan rencana pembangunan, tetapi secara terbuka mengajak masyarakat untuk terlibat sejak tahap awal perencanaan. Melalui forum konsultasi publik, masyarakat diberikan kesempatan menyampaikan saran, pendapat, kekhawatiran, dan masukan yang akan menjadi bagian penting dalam proses penyusunan dokumen AMDAL.
Manager HSSE Regional 1 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), M. Ismail Syahputra Ritonga, yang mewakili Pelindo dalam kegiatan tersebut, menegaskan bahwa keterbukaan informasi dan keterlibatan masyarakat merupakan bagian penting dalam memastikan setiap rencana kegiatan kepelabuhanan dapat berjalan secara selaras.
“Kami ingin memastikan masyarakat mendapatkan informasi yang valid terhadap rencana kegiatan kepelabuhanan, khususnya kegiatan yang berada di wilayah perairan. Di sisi lain, kami juga membuka ruang diskusi untuk menerima masukan dari masyarakat, sehingga pengembangan jasa kepelabuhanan dapat berjalan beriringan dengan kepentingan masyarakat dan tetap memperhatikan aspek lingkungan,” ujar Ismail.
Menurutnya, masukan yang disampaikan masyarakat sangat penting untuk memberikan gambaran langsung mengenai kondisi sosial, aktivitas ekonomi, dan lingkungan di sekitar wilayah rencana kegiatan.
“Pelindo memandang masyarakat bukan hanya sebagai pihak yang menerima dampak dari sebuah kegiatan, tetapi juga sebagai bagian penting yang perlu dilibatkan dalam proses perencanaan. Karena itu, seluruh aspirasi yang relevan akan menjadi perhatian dalam penyusunan dokumen lingkungan,” tambahnya.
Aspirasi Nelayan dan Lingkungan Pesisir Menjadi Perhatian
Dalam sesi diskusi, masyarakat menyampaikan sejumlah masukan terkait aktivitas nelayan dan wilayah tangkap, rencana lokasi penempatan material hasil pengerukan, potensi dampak terhadap ekosistem pesisir dan kegiatan perikanan, hingga aspek keselamatan selama pekerjaan berlangsung.
Dialog berlangsung secara terbuka dengan berbagai pandangan dan harapan yang disampaikan langsung kepada Pelindo serta pihak-pihak terkait.
Di sisi lain, masyarakat juga berharap rencana pengerukan dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kedalaman alur pelayaran. Kedalaman alur yang terjaga dinilai penting untuk mendukung keselamatan navigasi, kelancaran keluar masuk kapal, serta optimalisasi pelayanan kepelabuhanan di Pelabuhan Belawan.
Keseimbangan antara kebutuhan pengembangan infrastruktur pelabuhan dan keberlangsungan aktivitas masyarakat pesisir menjadi salah satu poin penting yang mengemuka dalam konsultasi publik tersebut.
Pelindo: Masukan Masyarakat Menjadi Bagian Penting Penyusunan AMDAL
Executive General Manager PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 Belawan, Yusrizal, mengatakan keterlibatan masyarakat dan para pemangku kepentingan menjadi bagian penting dalam setiap tahapan perencanaan pengembangan Pelabuhan Belawan.
“Konsultasi publik menjadi ruang bagi kami untuk menyampaikan rencana kegiatan sekaligus mendengar secara langsung masukan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan. Masukan yang disampaikan menjadi bagian penting dalam proses penyusunan AMDAL agar rencana kegiatan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan sosial di sekitar Pelabuhan Belawan,” ujar Yusrizal.
Ia menegaskan bahwa Pelindo berkomitmen menjalankan seluruh proses sesuai dengan tahapan dan ketentuan yang berlaku, termasuk terus berkoordinasi dengan instansi berwenang serta pemangku kepentingan terkait.
“Kami ingin pengembangan Pelabuhan Belawan memberikan manfaat yang luas. Pelabuhan harus terus berkembang untuk menjawab kebutuhan pelayanan dan pertumbuhan logistik, namun dalam pelaksanaannya tetap harus memperhatikan keberlanjutan lingkungan dan kepentingan masyarakat yang hidup serta beraktivitas di sekitarnya,” tambahnya.
Pengerukan untuk Menjaga Keselamatan dan Kelancaran Pelayanan Kapal
Rencana pengerukan kolam pelabuhan dan alur pelayaran merupakan bagian dari upaya menjaga kesiapan infrastruktur perairan Pelabuhan Belawan. Infrastruktur perairan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung keselamatan pelayaran dan kelancaran pelayanan kapal.
Pengerukan dilakukan untuk menjaga kondisi kedalaman perairan agar tetap mendukung aktivitas kapal yang keluar dan masuk kawasan pelabuhan. Dengan kesiapan alur pelayaran yang optimal, Pelabuhan Belawan diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai salah satu simpul penting dalam mendukung konektivitas dan arus logistik di wilayah Sumatera Utara.
Namun demikian, Pelindo memastikan bahwa setiap rencana kegiatan akan melalui proses kajian dan tahapan lingkungan sesuai ketentuan yang berlaku.
Melalui penyusunan AMDAL dan pelaksanaan konsultasi publik, berbagai aspek lingkungan dan sosial menjadi bagian yang diperhatikan secara menyeluruh sebelum kegiatan dilaksanakan.
Bangun Pelabuhan Modern yang Selaras dengan Masyarakat
Konsultasi publik ini menjadi gambaran bahwa pengembangan Pelabuhan Belawan tidak hanya berbicara mengenai pembangunan infrastruktur, kapal, dan aktivitas bongkar muat, tetapi juga tentang membangun hubungan yang harmonis antara pelabuhan, lingkungan, dan masyarakat.
Pelindo Regional 1 Belawan menempatkan komunikasi serta kolaborasi dengan masyarakat sebagai bagian penting dalam mewujudkan pengembangan kawasan pelabuhan yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui keterbukaan informasi, dialog, serta pelibatan berbagai unsur masyarakat, Pelindo berharap setiap tahapan pengembangan Pelabuhan Belawan dapat berjalan dengan memperhatikan aspirasi masyarakat sekaligus menjawab kebutuhan pelayanan kepelabuhanan yang terus berkembang.
Dengan demikian, rencana pengembangan dan pengoperasian kawasan Pelabuhan Belawan diharapkan tidak hanya memperkuat kesiapan infrastruktur dan pelayanan maritim, tetapi juga mampu menghadirkan keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, kelestarian lingkungan, keselamatan pelayaran, dan keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir.
Pelindo Regional 1 Belawan pun menegaskan komitmennya untuk terus mendorong terwujudnya Pelabuhan Belawan yang modern, andal, berdaya saing, serta tumbuh bersama masyarakat dan lingkungan sekitarnya.(***)
Redaksi



