KENDARI/ XNEWS24.ID. Hilirisasi nikel nasional terus membutuhkan dukungan ekosistem logistik yang kuat. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) mengoptimalkan layanan operasional di Pelabuhan Kendari, Sulawesi Tenggara, untuk mendukung kelancaran arus komoditas bijih nikel (nickel ore) sekaligus memperkuat konektivitas rantai pasok industri mineral Indonesia.
Optimalisasi layanan tersebut merupakan bagian dari sinergi Pelindo bersama PT Indo Konstruksi Mineral (IKM) dalam pemanfaatan fasilitas pelabuhan untuk kegiatan penumpukan dan pelayanan bongkar muat bijih nikel di Pelabuhan Kendari.
Sebagai bagian dari Pelindo Group yang berfokus pada pengelolaan terminal nonpetikemas, SPMT memastikan kesiapan fasilitas, proses pelayanan, sumber daya manusia, hingga penerapan standar keselamatan agar aktivitas logistik komoditas mineral strategis tersebut dapat berlangsung secara aman, efektif, dan efisien.
Langkah ini sekaligus mempertegas posisi pelabuhan bukan sekadar sebagai titik perpindahan barang, tetapi sebagai salah satu mata rantai penting dalam mendukung agenda besar hilirisasi industri nikel Indonesia.
Direktur Utama Pelindo Multi Terminal, Sugeng Mulyadi, menegaskan bahwa keberhasilan hilirisasi membutuhkan dukungan infrastruktur logistik yang mampu bergerak seiring dengan pertumbuhan industri dari hulu hingga hilir.
“Hilirisasi membutuhkan ekosistem yang saling terhubung, termasuk kesiapan infrastruktur logistik. Sebagai anak usaha Pelindo yang mengoperasikan terminal nonpetikemas, Pelindo Multi Terminal memiliki peran untuk memastikan layanan pelabuhan berjalan secara konsisten, andal, dan mampu menjawab kebutuhan industri strategis nasional, termasuk sektor nikel, serta mendorong produk Indonesia ke pasar internasional,” ujar Sugeng.
Pelabuhan Jadi Penghubung Rantai Nilai Industri Nikel
Menurut Sugeng, dukungan terhadap industri nikel tidak sebatas memastikan komoditas dapat dibongkar dan dimuat. Lebih dari itu, layanan pelabuhan harus mampu memberikan kepastian kepada pengguna jasa serta menjadi bagian integral dari rantai nilai industri nasional.
“Dukungan terhadap industri nikel bukan hanya terkait perpindahan komoditas, tetapi bagaimana pelabuhan menjadi bagian dari rantai nilai industri nasional. Karena itu, Pelindo Multi Terminal terus memperkuat kesiapan operasional melalui optimalisasi fasilitas, pengembangan kapabilitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, serta penerapan standar keselamatan yang tinggi,” jelasnya.
Pelabuhan Kendari memiliki posisi strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi dan logistik di Sulawesi Tenggara. Wilayah ini juga dikenal sebagai salah satu kawasan penting dalam perkembangan industri berbasis mineral, khususnya nikel.
Dengan meningkatnya aktivitas industri mineral, kebutuhan terhadap layanan pelabuhan yang memiliki tingkat keandalan tinggi ikut semakin besar. Kecepatan pelayanan, kesiapan fasilitas, keselamatan kerja, hingga koordinasi antarpihak menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran rantai pasok.
Karena itu, Pelindo Multi Terminal memastikan seluruh rangkaian pelayanan di Pelabuhan Kendari dilaksanakan dengan memperhatikan aspek operasional dan keselamatan secara menyeluruh.
Perkuat HSSE dan Keandalan Operasional
Dalam pelaksanaan kegiatan, SPMT memastikan kesiapan berbagai aspek operasional, mulai dari fasilitas terminal, koordinasi pelayanan, pengaturan kegiatan bongkar muat, hingga penerapan prinsip HSSE (Health, Safety, Security, and Environment).
Penerapan standar tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga agar aktivitas penanganan komoditas mineral berlangsung dengan mengutamakan keselamatan manusia, keamanan kegiatan, perlindungan lingkungan, sekaligus efisiensi operasional.
Penguatan layanan logistik mineral di Pelabuhan Kendari juga sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong konsistensi layanan, keandalan operasional, serta optimalisasi aset untuk menjaga kelancaran arus logistik dan aktivitas perdagangan nasional.
Bagi SPMT, optimalisasi aset pelabuhan menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan daya saing logistik Indonesia. Dengan jaringan terminal nonpetikemas yang tersebar di berbagai wilayah, perusahaan terus mengembangkan kemampuan layanan agar dapat beradaptasi terhadap karakteristik dan kebutuhan masing-masing sektor industri.
Nikel Strategis, Logistik Harus Semakin Andal
Nikel merupakan salah satu komoditas strategis dalam pengembangan industri berbasis mineral Indonesia. Komoditas ini memiliki peran penting dalam rantai industri nasional, termasuk sebagai bahan baku berbagai produk bernilai tambah.
Seiring dengan agenda hilirisasi, kebutuhan terhadap konektivitas logistik yang efisien juga semakin meningkat. Arus komoditas dari kawasan produksi menuju fasilitas pengolahan maupun pusat distribusi membutuhkan sistem transportasi dan kepelabuhanan yang terintegrasi.
Dalam konteks tersebut, Pelabuhan Kendari menjadi salah satu bagian dari mata rantai logistik yang mendukung pergerakan komoditas mineral di kawasan Sulawesi Tenggara.
Optimalisasi layanan terminal oleh SPMT diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pengguna jasa sekaligus menciptakan proses logistik yang lebih efisien dan terukur.
“Kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan terminal nonpetikemas yang aman, efisien, andal, dan berkelanjutan. Kami ingin memastikan pelabuhan dapat menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan industri, memperkuat konektivitas logistik, serta memberikan kontribusi nyata terhadap percepatan hilirisasi nasional,” pungkas Sugeng.
Dengan penguatan layanan tersebut, Pelindo Multi Terminal menegaskan komitmennya untuk terus mendukung transformasi sektor logistik nasional. Optimalisasi Pelabuhan Kendari menjadi bagian dari upaya menghadirkan ekosistem kepelabuhanan yang mampu menjawab kebutuhan industri mineral sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.
Redaksi.



