• Jelajahi

    Copyright © XNEWS 24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    LOGO

    Ads

    Pelindo Multi Terminal Dorong Warga Aceh Besar Kelola Lingkungan Berkelanjutan, Mon Alue Jadi Kampung Terbaik

    X News 24
    Rabu, 02 September 2026, September 02, 2026 WIB Last Updated 2026-09-03T06:35:31Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    ACEH BESAR. XNEWS24.ID.  Upaya menjaga kelestarian lingkungan tidak cukup hanya dilakukan oleh perusahaan atau pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar budaya peduli lingkungan dapat tumbuh dan bertahan dalam jangka panjang.


    Semangat tersebut diwujudkan PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di sekitar wilayah operasional Pelabuhan Malahayati, Aceh Besar. Salah satu program yang mendapat antusiasme masyarakat adalah Lomba Hias Lingkungan dengan mengusung tema “Pelestarian Lingkungan dan Pelabuhan.”


    Program tersebut melibatkan masyarakat dari empat kampung di Kecamatan Indrapuri, Aceh Besar, yakni Jruek Bak Kreh, Mon Alue, Lambunot, dan Lingom.


    Tidak sekadar mempercantik lingkungan, lomba tersebut dirancang sebagai sarana untuk mendorong masyarakat mengembangkan kreativitas, meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan, mengoptimalkan potensi ekonomi lokal, hingga memperkuat kebersamaan warga.


    Kegiatan dimulai pada 5 Juni 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup. Setelah itu, masyarakat diberikan kesempatan melakukan penataan dan pengembangan lingkungan secara mandiri hingga memasuki tahap penjurian pada 15 Agustus 2026.

    Bukan Sekadar Lomba, tetapi Membangun Gerakan Warga

    Branch Manager Pelindo Multi Terminal Malahayati, Agust Deritanto, mengatakan program tersebut sejak awal dirancang bukan hanya sebagai kompetisi menghias lingkungan.


    Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi masyarakat untuk melihat lingkungan sebagai ruang bersama yang dapat dirawat, dikembangkan, sekaligus memberikan manfaat bagi kehidupan sehari-hari.

    “Kami ingin kegiatan ini tidak berhenti pada penataan lingkungan, tetapi menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkolaborasi, menggali potensi, dan membangun kebiasaan menjaga lingkungan secara berkelanjutan. Ketika masyarakat terlibat langsung, kami berharap kepedulian terhadap lingkungan dapat tumbuh menjadi gerakan yang terus berjalan,” ujar Agust.


    Dalam prosesnya, kreativitas warga menjadi salah satu daya tarik utama. Masyarakat memanfaatkan berbagai material bekas dan barang yang sudah tidak terpakai sebagai bagian dari dekorasi lingkungan.


    Pemanfaatan material daur ulang tersebut sekaligus menjadi edukasi sederhana mengenai pentingnya mengurangi sampah. Barang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai diolah kembali menjadi ornamen lingkungan yang memiliki nilai estetika dan manfaat.


    Dengan pendekatan tersebut, masyarakat tidak hanya diajak menjaga kebersihan, tetapi juga didorong untuk memahami bahwa pengelolaan sampah dapat dilakukan mulai dari lingkungan tempat tinggal masing-masing.


    Penilaian Melibatkan Akademisi hingga Komunitas Pengelola Sampah

    Untuk menjaga objektivitas dan kualitas penilaian, proses penjurian melibatkan berbagai unsur, termasuk akademisi serta Rumah Kelola Sampah (RKS), komunitas binaan Pelindo Multi Terminal yang bergerak dalam bidang pengelolaan sampah.


    Penilaian tidak hanya melihat keindahan dekorasi lingkungan. Sejumlah aspek menjadi perhatian, antara lain pengelolaan lingkungan, peningkatan pendidikan, pengembangan UMKM lokal, keterlibatan masyarakat, serta kreativitas warga.


    Pendekatan tersebut membuat lomba memiliki cakupan yang lebih luas. Lingkungan menjadi pintu masuk untuk mendorong perubahan perilaku sekaligus membuka ruang bagi masyarakat mengembangkan potensi sosial dan ekonomi di wilayahnya.


    Selain itu, kegiatan juga membawa pesan mengenai integritas dan antikorupsi. Nilai tersebut menjadi bagian dari upaya menanamkan budaya positif kepada masyarakat melalui kegiatan yang melibatkan banyak unsur secara terbuka dan kolaboratif.


    Mon Alue Raih Predikat Terbaik

    Setelah melalui proses penjurian, Kampung Mon Alue ditetapkan sebagai pemenang Lomba Hias Lingkungan.

    Atas pencapaian tersebut, masyarakat Mon Alue memperoleh bantuan pembinaan dari Pelindo Multi Terminal. Bantuan tersebut akan diarahkan untuk mendukung berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari pengembangan UMKM, sarana dan perlengkapan pendidikan, hingga kegiatan kebersihan dan penataan lingkungan.


    Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa keterlibatan aktif masyarakat dapat menghasilkan perubahan nyata ketika didukung dengan kolaborasi dan pendampingan yang tepat.


    Warga Kampung Mon Alue, Maimun, mengapresiasi program tersebut. Ia menilai kegiatan yang dilaksanakan Pelindo Multi Terminal mampu meningkatkan kekompakan warga sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk mengembangkan kreativitas.

    “Kegiatan ini membuat masyarakat semakin kompak untuk membersihkan dan menata lingkungan. Kami juga belajar memanfaatkan barang-barang bekas menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat. Bantuan pembinaan ini nantinya akan kami gunakan untuk mendukung UMKM, pendidikan, dan lingkungan di kampung kami,” ujar Maimun.


    Pelindo Multi Terminal Perkuat Kolaborasi dengan Masyarakat

    Bagi Pelindo Multi Terminal, program tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.


    Keberadaan pelabuhan tidak hanya dipandang dari sisi aktivitas ekonomi dan logistik, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem masyarakat yang harus tumbuh secara harmonis dengan lingkungan sekitar.


    Melalui program TJSL, Pelindo Multi Terminal berupaya membangun hubungan yang lebih erat dengan masyarakat sekaligus mendorong munculnya berbagai inisiatif lokal yang dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.


    Komitmen tersebut juga sejalan dengan agenda strategis Danantara Indonesia dalam mendorong BUMN menciptakan nilai tambah berkelanjutan. Kontribusi perusahaan tidak hanya diukur melalui kinerja bisnis, tetapi juga melalui dampak sosial dan lingkungan yang dirasakan masyarakat.


    Program Lomba Hias Lingkungan di Aceh Besar menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi perusahaan dan masyarakat dapat diarahkan untuk menghasilkan manfaat jangka panjang.


    Pelindo Multi Terminal berharap semangat yang tumbuh selama program tidak berhenti setelah pengumuman pemenang. Sebaliknya, kebiasaan menjaga kebersihan, mengelola sampah, mengembangkan UMKM, memperhatikan pendidikan, serta membangun lingkungan secara gotong royong diharapkan terus menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.


    Dengan demikian, Pelabuhan Malahayati tidak hanya menjadi simpul aktivitas ekonomi, tetapi juga dapat tumbuh berdampingan dengan masyarakat dan lingkungan secara berkelanjutan.

    Redaksi 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini