• Jelajahi

    Copyright © XNEWS 24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    LOGO

    Ads

    Pelindo Regional 1 Perkuat Penghijauan Berbasis Masyarakat di Belawan, Libatkan Pakar Lingkungan USU

    X News 24
    Kamis, 10 September 2026, September 10, 2026 WIB Last Updated 2026-09-10T17:33:00Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    MEDAN / XNEWS24.ID.  PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 1 terus memperkuat komitmennya terhadap kelestarian lingkungan di kawasan Medan Belawan. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pelindo Regional 1 menggelar pelatihan penghijauan, penanaman, dan pemeliharaan tanaman berbasis masyarakat di Kantor Camat Medan Belawan, Rabu (9/9/2026).

    Kegiatan tersebut tidak sekadar mendorong masyarakat untuk menanam pohon, tetapi juga memberikan pengetahuan mengenai cara memilih tanaman yang sesuai dengan karakteristik lingkungan, teknik penanaman yang tepat hingga pemeliharaan pascapenanaman.

    Pendekatan tersebut dinilai penting agar gerakan penghijauan di Belawan tidak berhenti pada seremoni penanaman pohon, melainkan dapat tumbuh menjadi gerakan masyarakat yang dilakukan secara berkelanjutan.

    Pelindo Regional 1 melaksanakan program ini dengan melibatkan masyarakat serta pemangku kepentingan setempat. Dengan penguatan kapasitas masyarakat, penghijauan diharapkan mampu memberikan manfaat ekologis sekaligus meningkatkan kepedulian warga terhadap kondisi lingkungan di sekitar tempat tinggal mereka.

    Regional Division Head Pelayanan SDM dan Umum Pelindo Regional 1, Basri Alam, mengatakan persoalan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak. Menurutnya, keterlibatan masyarakat menjadi kunci agar program penghijauan dapat berjalan secara berkesinambungan.

    “Lingkungan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Karena itu, upaya penghijauan harus melibatkan masyarakat agar mereka tidak hanya mengetahui proses penanaman, tetapi juga memahami bagaimana lingkungan di sekitarnya dapat dijaga,” ujar Basri.

    Ia menegaskan, program TJSL Pelindo Regional 1 tidak hanya diarahkan untuk memberikan manfaat secara langsung, tetapi juga membangun pengetahuan dan kemampuan masyarakat agar mampu mengambil peran dalam menjaga lingkungan.

    “Kami ingin kegiatan ini memberikan manfaat yang lebih luas. Masyarakat mendapatkan pengetahuan, kemudian dapat menerapkannya dalam menjaga lingkungan di sekitar tempat tinggal maupun wilayahnya,” katanya.

    Libatkan Pakar Lingkungan USU

    Untuk memperkuat aspek edukasi, Pelindo Regional 1 menghadirkan praktisi lingkungan dari Universitas Sumatera Utara (USU), Onrizal, Ph.D., sebagai pemateri.

    Onrizal menjelaskan bahwa keberhasilan program penghijauan sangat dipengaruhi oleh ketepatan dalam memilih jenis tanaman. Penanaman pohon, kata dia, harus mempertimbangkan kondisi lingkungan tempat tanaman tersebut akan tumbuh.

    “Kalau kita ingin menanam, harus melihat terlebih dahulu kondisi lingkungannya. Jenis tanah, ketersediaan air, cahaya dan karakter tanaman harus menjadi pertimbangan. Jangan sampai tanaman yang dipilih tidak sesuai dengan tempat tumbuhnya,” jelas Onrizal.

    Menurutnya, setiap tanaman memiliki karakter dan fungsi ekologis yang berbeda. Karena itu, pemilihan tanaman sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan aspek estetika, tetapi juga manfaatnya bagi lingkungan.

    “Kita harus melihat tanaman itu nantinya berfungsi untuk apa. Ada tanaman yang lebih cocok untuk memberikan keteduhan, ada yang membantu memperbaiki kondisi lingkungan, dan ada juga yang memiliki fungsi ekologis lainnya,” katanya.

    Penanaman Pohon Bukan Akhir, Pemeliharaan Jadi Kunci

    Onrizal juga mengingatkan bahwa kegiatan penghijauan tidak selesai ketika bibit telah ditanam. Tanaman membutuhkan perawatan agar mampu bertahan dan berkembang.

    Pemantauan secara berkala, penyiraman, pemenuhan unsur hara hingga penyulaman terhadap tanaman yang mati menjadi bagian penting dalam memastikan keberhasilan penghijauan.

    “Tanaman itu makhluk hidup. Setelah ditanam tentu membutuhkan air, unsur hara dan pemeliharaan. Kalau ada yang mati, perlu dilakukan penyulaman. Jadi, keberhasilan penghijauan sangat ditentukan oleh bagaimana kita memperlakukan tanaman setelah ditanam,” ucapnya.

    Pesan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam pelatihan yang digelar Pelindo Regional 1. Masyarakat didorong memahami bahwa keberhasilan penghijauan bukan semata-mata diukur dari berapa banyak pohon yang ditanam, tetapi juga dari berapa banyak tanaman yang mampu tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

    Pelindo Dorong Belawan Lebih Hijau

    Melalui program TJSL tersebut, Pelindo Regional 1 berupaya membangun pola penghijauan yang mengedepankan kesesuaian tanaman, keberlanjutan pemeliharaan, edukasi lingkungan, serta partisipasi masyarakat.

    Model berbasis masyarakat ini diharapkan mampu memperkuat rasa memiliki warga terhadap lingkungan. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat program, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan penghijauan di kawasan Medan Belawan.

    Langkah tersebut sekaligus memperkuat kontribusi Pelindo Regional 1 dalam mendukung terciptanya kawasan sekitar pelabuhan yang lebih hijau, sehat dan terawat.

    Pelindo Regional 1 berharap pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan dapat diterapkan masyarakat secara nyata, baik di lingkungan permukiman maupun ruang-ruang publik di kawasan Belawan.

    Dengan keterlibatan masyarakat dan dukungan berbagai pemangku kepentingan, gerakan penghijauan di Belawan diharapkan tidak berhenti pada penanaman pohon, tetapi berkembang menjadi budaya menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

    Redaksi 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini