• Jelajahi

    Copyright © XNEWS 24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    LOGO

    Ads

    PMT Tambah 6 Alat Bongkar Muat, Operasional Terminal Petikemas Domestik Belawan Makin Agresif

    X News 24
    Kamis, 10 September 2026, September 10, 2026 WIB Last Updated 2026-09-10T07:04:27Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini


    BELAWAN / XNEWS24.ID.  PT Prima Multi Terminal (PMT) terus memperkuat kinerja Terminal Petikemas Domestik Belawan dengan menambah sekaligus melakukan peremajaan peralatan bongkar muat. Langkah strategis ini diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, keandalan operasional, keselamatan kerja, serta kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.


    Penguatan operasional tersebut ditandai melalui kegiatan Marking Operational Improvement yang digelar di Gedung Graha Pelindo, Belawan, Rabu (9/9/2026).


    Momentum ini menjadi penegasan komitmen PMT untuk menghadirkan terminal petikemas yang semakin produktif dan andal di tengah tuntutan terhadap kelancaran arus logistik dan perdagangan nasional.


    PMT sebelumnya telah menerima dua unit Quay Container Crane (QCC) dan empat unit Rubber Tyred Gantry (RTG) pada 30 Juni 2026.


    Dengan tambahan enam unit peralatan tersebut, PMT memiliki dukungan fasilitas yang lebih kuat untuk mengoptimalkan kegiatan bongkar muat petikemas, sekaligus meningkatkan kemampuan terminal dalam memberikan pelayanan kepada pengguna jasa.


    Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto, mengatakan penambahan dan peremajaan peralatan merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk meningkatkan efektivitas, produktivitas, dan keandalan operasional.

    “Dengan hadirnya alat baru dan peremajaan peralatan ini, kami ingin memastikan kegiatan operasional di Terminal Petikemas Domestik Belawan semakin efektif, produktif, dan andal. Yang paling penting, peningkatan fasilitas ini harus memberikan pelayanan yang semakin baik kepada pengguna jasa,” ujar Rudi.


    Bukan Sekadar Tambah Alat

    Rudi menegaskan, peningkatan operasional tidak berhenti pada penambahan fasilitas. PMT juga melakukan pembenahan proses kerja secara berkelanjutan, mulai dari kesiapan peralatan, kegiatan bongkar muat, pengelolaan lapangan penumpukan, hingga peningkatan kompetensi dan keselamatan operator.


    Menurutnya, keberadaan peralatan modern harus diikuti dengan sistem operasional yang tepat dan sumber daya manusia yang kompeten agar investasi tersebut mampu memberikan dampak maksimal terhadap produktivitas terminal.

    “Operational improvement bukan hanya soal menambah alat, tetapi bagaimana alat tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal melalui proses kerja yang lebih baik. Karena itu, kami terus mendorong kolaborasi antara peralatan, sistem operasional, dan sumber daya manusia agar produktivitas terminal terus meningkat,” katanya.


    Pelindo Regional 1 Dorong Belawan Semakin Kompetitif

    Kegiatan tersebut turut dihadiri Executive Director Pelindo Regional 1 Jonedi Ramli, Kepala KSOP Utama Belawan, perwakilan asosiasi, serta sejumlah shipping line.


    Jonedi Ramli mengapresiasi langkah PMT dalam meningkatkan kesiapan operasional Terminal Petikemas Domestik Belawan.


    Ia menilai peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan terminal merupakan bagian penting dalam menjaga kelancaran arus barang melalui Pelabuhan Belawan.

    “Kami tentu mengapresiasi langkah Prima Multi Terminal dalam meningkatkan kesiapan operasional melalui penambahan dan peremajaan alat. Ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk meningkatkan produktivitas dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pengguna jasa,” ujar Jonedi.


    Menurut Jonedi, optimalisasi peralatan baru harus berjalan beriringan dengan pengelolaan operasional yang profesional sehingga peningkatan fasilitas benar-benar memberikan manfaat bagi seluruh pengguna jasa.

    “Kita ingin peningkatan fasilitas ini berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas, keselamatan, dan kualitas pelayanan. Dengan kolaborasi antara operator terminal, pengguna jasa, asosiasi, dan regulator, kami berharap kinerja Pelabuhan Belawan semakin kompetitif,” katanya.


    KSOP Tekankan Produktivitas Harus Sejalan dengan Keselamatan

    Sementara itu, Kasi Kepelabuhanan KSOP Utama Belawan Arif Rifai menilai penambahan peralatan merupakan langkah positif dalam meningkatkan pelayanan terminal.


    Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan produktivitas tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan maupun kepatuhan terhadap ketentuan kepelabuhanan.

    “Penambahan peralatan tentu menjadi hal positif bagi peningkatan pelayanan di terminal. Namun, peningkatan produktivitas harus tetap dibarengi dengan penerapan keselamatan dan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” ujar Arif.


    Ia menambahkan, sinergi antara operator terminal, pengguna jasa, asosiasi, dan regulator menjadi salah satu kunci dalam menjaga kelancaran kegiatan kepelabuhanan.


    QCC dan RTG Perkuat Rantai Operasional

    Dalam operasional terminal, Quay Container Crane (QCC) berfungsi mendukung kegiatan bongkar muat peti kemas dari dan ke kapal. Sementara Rubber Tyred Gantry (RTG) digunakan untuk memindahkan sekaligus menata peti kemas di area lapangan penumpukan.


    Penambahan dua QCC dan empat RTG diharapkan semakin memperkuat kesiapan operasional PMT dalam menghadapi kebutuhan layanan petikemas sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada pengguna jasa.


    Penguatan fasilitas tersebut juga menjadi bagian dari upaya PMT menciptakan proses bongkar muat yang lebih efektif, memperkuat keandalan peralatan, dan menjaga kesinambungan arus barang di Pelabuhan Belawan.


    Apresiasi untuk Operator dan Pekerja

    Rangkaian kegiatan Marking Operational Improvement ditutup dengan pemotongan tumpeng yang diserahkan secara simbolis oleh Direktur Utama PMT kepada operator QCC dan RTG.


    Prosesi tersebut menjadi bentuk apresiasi perusahaan kepada para operator dan pekerja yang berada di garis depan operasional terminal.


    Bagi PMT, keberhasilan peningkatan produktivitas tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan peralatan, tetapi juga oleh kesiapan sumber daya manusia dalam mengoperasikan fasilitas secara aman, efektif, dan profesional.


    Melalui penambahan dan peremajaan peralatan, PMT menegaskan komitmennya untuk menjalankan operational improvement secara berkelanjutan, dengan fokus pada produktivitas, keselamatan, keandalan peralatan, dan kualitas pelayanan.


    Langkah tersebut sekaligus mendukung agenda strategis Danantara Indonesia dalam memperkuat konsistensi layanan dan keandalan operasional, sehingga kelancaran arus logistik tetap terjaga dan aktivitas perdagangan nasional dapat terus bergerak.


    Dengan tambahan dua QCC dan empat RTG, Terminal Petikemas Domestik Belawan kini mendapat dorongan baru untuk meningkatkan daya saing layanan dan menjawab kebutuhan logistik yang semakin dinamis.(***)

    Redaksi 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini