• Jelajahi

    Copyright © XNEWS 24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    LOGO

    Ads

    PMT Belawan dan Kuala Tanjung Tembus 470.419 TEUs, Arus Peti Kemas Tumbuh 3 Persen hingga Agustus 2026

    X News 24
    Selasa, 29 September 2026, September 29, 2026 WIB Last Updated 2026-09-30T02:09:10Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    BELAWAN | XNEWS24.ID. Aktivitas kepelabuhanan di Sumatera Utara menunjukkan geliat positif. PT Prima Multi Terminal (PMT) mencatat arus peti kemas yang ditangani di Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung mencapai 470.419 twenty-foot equivalent units (TEUs) hingga Agustus 2026.


    Capaian tersebut tumbuh sekitar 3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di tengah dinamika perdagangan global, perubahan jaringan pelayaran internasional, serta berbagai tantangan pada rantai pasok dunia.


    Pertumbuhan arus peti kemas tersebut turut ditopang oleh masih kuatnya aktivitas distribusi domestik. Di sisi lain, peningkatan ekspor komoditas dan produk hasil hilirisasi dari sejumlah kawasan industri di Sumatera juga mulai memberikan kontribusi terhadap kinerja terminal yang dikelola PMT.


    Salah satu pertumbuhan paling menonjol terjadi pada layanan peti kemas internasional di Terminal 2 Kuala Tanjung.


    Hingga Agustus 2026, volume peti kemas internasional di terminal tersebut mencapai 28.951 TEUs, atau melonjak sekitar 276 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


    Secara keseluruhan, aktivitas bongkar muat peti kemas di Terminal 2 Kuala Tanjung mencapai 50.542 TEUs, tumbuh 16 persen secara tahunan.


    Peningkatan tersebut sejalan dengan aktivitas ekspor-impor serta distribusi bahan baku industri, barang konsumsi dan kebutuhan manufaktur yang masih menjadi bagian penting dalam pergerakan sektor industri nasional.


    Barang Nonpeti Kemas Kuala Tanjung Ikut Tumbuh

    Tidak hanya sektor peti kemas, aktivitas barang nonpeti kemas di Terminal Kuala Tanjung juga mencatat pertumbuhan.


    Hingga Agustus 2026, volume barang nonpeti kemas yang ditangani mencapai 690.578 ton, meningkat 13 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.


    Direktur Utama PT Prima Multi Terminal, Rudi Susanto, mengatakan pertumbuhan arus barang hingga Agustus menunjukkan aktivitas ekonomi di Sumatera masih bergerak positif meskipun kondisi perdagangan global menghadapi sejumlah tantangan.

    “Distribusi domestik masih menjadi penopang utama arus barang. Sementara itu, aktivitas ekspor dari sektor industri pengolahan dan komoditas mulai memberikan kontribusi yang lebih besar,” kata Rudi.


    Menurut Rudi, industri kepelabuhanan saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan jaringan pelayaran internasional, pergeseran rantai pasok global hingga dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi biaya logistik dan waktu pengiriman.


    Karena itu, efisiensi operasional menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga daya saing pelabuhan sekaligus memastikan kelancaran arus barang.


    Kinerja Operasional PMT Jadi Perhatian

    Di tengah peningkatan volume arus barang, PMT juga mencatat kinerja operasional melalui indikator effective time terhadap berthing time (ET/BT).


    Di Terminal Belawan, rasio ET/BT tercatat mencapai 85,42 persen.


    Sementara itu, rasio ET/BT di Terminal Kuala Tanjung tercatat 71,91 persen untuk layanan internasional dan 66,70 persen untuk layanan domestik.


    Angka tersebut menjadi salah satu indikator penting dalam melihat efektivitas pemanfaatan waktu kapal selama berada di terminal.



    Untuk mempertahankan kinerja tersebut, PMT melakukan optimalisasi operasional melalui peningkatan utilisasi peralatan bongkar muat, penataan lapangan penumpukan, serta penguatan koordinasi bersama pengguna jasa dan antarterminal.


    Upaya tersebut diarahkan untuk menjaga kelancaran kegiatan bongkar muat sekaligus meningkatkan keandalan layanan kepada pengguna jasa.


    K3 Diperkuat, Target Nihil Kecelakaan

    Selain mengejar produktivitas, aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) menjadi bagian penting dalam kegiatan operasional PMT.


    Penguatan K3 dilakukan melalui inspeksi berkala, standardisasi peralatan operasional serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.


    Langkah tersebut dilakukan untuk mempertahankan target nihil kecelakaan kerja sekaligus memastikan kegiatan bongkar muat berlangsung aman dan terkendali.


    Rudi menegaskan, keberadaan pelabuhan tidak dapat dipisahkan dari kebutuhan distribusi barang maupun perkembangan kawasan industri di Sumatera.


    Menurutnya, peningkatan keandalan layanan pelabuhan menjadi bagian penting dalam memperkuat efisiensi rantai pasok.

    “Pelabuhan bukan hanya menjadi tempat keluar-masuk barang, tetapi juga bagian dari rantai pasok yang menentukan efisiensi industri. Keandalan dan efisiensi layanan perlu terus ditingkatkan agar pelaku usaha dapat mengendalikan biaya distribusi dan memperkuat daya saing produk Indonesia,” ujarnya.


    Belawan dan Kuala Tanjung Jadi Simpul Logistik Strategis

    Pelabuhan Belawan dan Kuala Tanjung memiliki posisi strategis karena berada di kawasan jalur pelayaran Selat Malaka, salah satu kawasan penting dalam konektivitas perdagangan dan logistik regional.


    Posisi geografis tersebut memberikan peluang bagi kedua pelabuhan untuk terus memperkuat perannya sebagai simpul logistik di wilayah barat Indonesia.


    Seiring perkembangan kawasan industri dan keberlanjutan program hilirisasi di Sumatera, kebutuhan terhadap layanan logistik dan kepelabuhanan juga berpotensi mengalami peningkatan.


    Bagi PMT, perkembangan tersebut menjadi ruang untuk terus memperkuat kualitas pelayanan, efisiensi operasional dan keandalan terminal.


    Dengan capaian 470.419 TEUs arus peti kemas hingga Agustus 2026, ditambah pertumbuhan signifikan layanan internasional Terminal 2 Kuala Tanjung serta peningkatan volume barang nonpeti kemas, kinerja tersebut menjadi bagian dari upaya PMT dalam mendukung kelancaran rantai pasok dan aktivitas industri di Sumatera.


    Penguatan operasional, efisiensi waktu pelayanan, optimalisasi fasilitas serta konsistensi penerapan K3 menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kinerja pelabuhan di tengah perubahan lanskap perdagangan dan logistik global.(***)

    Redaksi 

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini