• Jelajahi

    Copyright © XNEWS 24
    Best Viral Premium Blogger Templates

    LOGO

    Ads

    Optimalisasi Aset Negara, KSOP Utama Belawan dan Pelindo Resmi Teken Perjanjian Tukar Menukar BMN

    X News 24
    Kamis, 29 Oktober 2026, Oktober 29, 2026 WIB Last Updated 2026-10-30T03:30:20Z
    masukkan script iklan disini
    masukkan script iklan disini

    MEDAN /XNEWS.ID.  Upaya memperkuat tata kelola aset negara sekaligus meningkatkan efektivitas operasional dan pelayanan kepelabuhanan di Pelabuhan Belawan memasuki babak baru. Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Belawan bersama PT Pelabuhan Indonesia (Persero) resmi menandatangani Perjanjian Pelaksanaan Tukar Menukar Barang Milik Negara (BMN), Kamis (29/10/2026).


    Penandatanganan yang berlangsung di Kantor Pelindo Regional 1 tersebut menjadi langkah strategis dalam mewujudkan penataan aset negara yang lebih tertib, terintegrasi, dan produktif, khususnya dalam mendukung kelancaran aktivitas kepelabuhanan di Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara.


    Perjanjian ditandatangani langsung oleh Kepala KSOP Utama Belawan, Mukhlish Tohepaly, S.T., M.T., bersama Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Hanny Uktolseya.


    Kesepakatan ini tidak sekadar menjadi proses administrasi pertukaran aset, tetapi juga mencerminkan penguatan sinergi antara regulator dan operator pelabuhan dalam mengoptimalkan pemanfaatan aset negara untuk kepentingan pelayanan publik dan pengembangan sektor logistik nasional.


    Executive Director 1 Pelindo Regional 1, Hanny Uktolseya, menegaskan bahwa perjanjian tukar menukar BMN tersebut merupakan langkah penting untuk menciptakan kepastian penataan aset dan mendukung keterpaduan kawasan operasional pelabuhan.


    "Tukar menukar aset BMN ini akan memberikan kepastian tata ruang bagi kedua belah pihak. Dengan penataan aset yang lebih rapi dan presisi antara regulator dan operator, kami optimistis hal ini akan bermuara langsung pada peningkatan efisiensi operasional dan percepatan layanan logistik di Pelabuhan Belawan," ujar Hanny.


    Menurutnya, penataan aset yang tepat dan sesuai kebutuhan masing-masing pihak menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan operasional pelabuhan yang efektif, terkoordinasi, dan mampu menunjang peningkatan kualitas pelayanan.


    Melalui kesepakatan tersebut, pemanfaatan lahan dan fasilitas milik negara diharapkan semakin optimal sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi penyelenggaraan kegiatan kepelabuhanan. Penataan aset yang lebih terintegrasi juga diharapkan mampu mendukung kelancaran koordinasi, efektivitas penggunaan kawasan, serta peningkatan produktivitas operasional.


    Lebih jauh, kolaborasi KSOP Utama Belawan dan Pelindo ini menjadi gambaran pentingnya sinergi antara pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam mengelola aset strategis nasional. Pengelolaan BMN yang tertib, transparan, dan berorientasi pada manfaat diharapkan mampu mendorong terciptanya pelayanan kepelabuhanan yang semakin kompetitif.


    Sebagai salah satu pintu gerbang perdagangan dan logistik di wilayah barat Indonesia, Pelabuhan Belawan memiliki peran strategis dalam mendukung arus barang, aktivitas ekonomi, serta konektivitas perdagangan nasional dan internasional.


    Karena itu, optimalisasi aset melalui perjanjian tukar menukar BMN ini diharapkan tidak berhenti pada penataan administrasi semata, tetapi menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk memperkuat kinerja kawasan pelabuhan dan meningkatkan kualitas layanan logistik.


    Sinergi KSOP Utama Belawan dan Pelindo sekaligus menegaskan komitmen bersama bahwa aset negara harus dikelola secara optimal, tepat guna, dan memberikan manfaat nyata bagi negara, dunia usaha, serta masyarakat.


    Dengan penataan aset yang semakin terintegrasi, Pelabuhan Belawan diharapkan semakin siap memperkuat perannya sebagai simpul logistik strategis dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

    Redaksi,
    Komentar

    Tampilkan

    Terkini